USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional)

Ujian Sekolah Berstandar Nasional

Contoh :

  • Mekanisme penyerahan soal pusat ⇒ Melalui laman USBN: pengelola akun Provinsi, Kab/Kota.
  • Jadwal USBN Pendidikan Kesetaraan ⇒ dinas pendidikan kab / kota berdasarkan zona/kluster Forum Tutor.
  • Khusus jadwal USBN untuk mata pelajaran agama, dilaksanakan serentak dan ditetapkan oleh Kemenag.
  • Kisi-kisi USBN dapat di download di : http://bsnp-indonesia.org/category/uasbn-dan-un/

Informasi lebih lengkap terkait USBN, silahkan kunjungi laman : https://usbn.puspendik.kemdikbud.go.id/login

Langkah Penyusunan Soal USBN

Pemeriksaan dan Pengolahan Hasil USBN

 

A. Soal Bentuk Pilihan Ganda

  • Soal USBN bentuk pilihan ganda dapat diperiksa secara manual atau menggunakan alat pemindai.

B. Soal Bentuk Uraian

  • Soal bentuk uraian diperiksa secara manual oleh dua orang guru sesuai mata pelajarannya, mengacu pada pedoman penskoran.
  • Jika terdapat selisih nilai antara kedua pemeriksa lebih dari 25% dari skor maksimum,  pimpinan satuan pendidikan menugaskan pemeriksa ketiga.
  • Nilai akhir soal uraian adalah rerata nilai dari semua pemeriksa.

C. Pengolahan Hasil USBN

  • Nilai USBN merupakan gabungan nilai soal pilihan ganda dan nilai soal uraian, dengan rentang nilai 0 – 100.
  • Sekolah menentukan pembobotan nilai pilihan ganda dan uraian dengan perbandingan yang proporsional.

D. Penggandaan Soal

  • Untuk SD/MI/SDTK dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
  • Untuk SMP/MTs/SMPTK dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (K-2006) atau Pendidikan Agama Islam dan Budipekerti (K-2013)  dikoordinir oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama.
  • Untuk SMA/MA/SMAK/SMTK dan SMK/MAK  dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama.
  • Khusus untuk Pendidikan Kesetaraan, penggandaan dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan yang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.